Tuesday, March 27, 2007

Vaksin penyebab Autis

 

dari milis ikmasis

Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau
bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada
yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2........ Setelah kesibukan yang
menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku
"Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless,MD yang
diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.

Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp.
50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru
terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum
Disorder.

Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis.
Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -
Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B,
dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55)
ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama
hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari
Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder
yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung
Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir tahun
2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6
tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus,
terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh
treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan
selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang,
sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai
sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus
terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen
yang keseluruhannya sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya hanya
ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen
Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan
semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan
tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat
tersebut diekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai
ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang
sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tua
dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan
menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi
dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak
mengandung Thimerosal.

Juga tolong tulisan ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi
orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi,
jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa,
apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang
untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen,
terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai
berbulan-bulan), yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya.

Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-
teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri
dari belenggu Autisme.

"Let's share with others... Show them that WE care!"

No comments: