Thursday, March 22, 2007

Why Milan ???

AC Milan adalah sebuah klub yang memiliki homebase di kota Milan, Italia Selatan. Terus terang bila ditanya kenapa aku akhirnya menyukai Milan itu merupakan sejarah panjang. Aku tidak pernah benar-benar menyukai sebuah klub sampai akhirnya aku menjatuhkan pilihan kepada Milan. Pertama kali pertandingan Liga Italia yang kulihat adalah pertandingan antara AC Milan vs Inter Milan di kala AC Milan masih pada era Trio Belanda Basten-Gullit-Rijkaard. Waktu aitu gw masih kecil. Masih suka sebel sebenere waktu ngeliat pertandingan sepakbola, apalagi sepakbola Liga Italia. Kayaknya temponya lambat banget dan gak gol-gol. Udah umpan sana umpan sini, kerebut. Gituu aja terus bosen. Waktu itu gw masih kelas 2 SD. Cuman waktu itu gw bisa ngeliat disitu ada orang terkenal yg namanya Basten. Soalnya di Koran-koran fotonya sering dimuat cing.

Gw sempet ngeliat waktu era dimana AC Milan jadi tambah gak jelas. Waktu disana diisi terlalu banyak bintang. Duggary, Papin, Blomqvist, Simone. Entah, waktu itu emang Milan jadi sedikit “keruh”. Gw jadi gak respek ngeliat permainan Milan waktu itu. Masa dream team kayaknya emang dah lewat. So, gw lalu nyari lagi klub yang kira-kira bisa buat gw jadi tifosi sejatinya.

Waktu itu tmen gw yang maniak berat Juventus. Juventus yang nomer satulah, Del Piero pebola paling hebatlah. Juve yang baru juara piala Championlah, yang ke final Liga Champion 3 kali berturut-turutlah. Oke, gw liat dulu gmana sih permainan si Juve ini ? Walah…kok kaku bgt itu. Kesane aneh n direct2 melulu. Belum lagi yang keseringan dibantu wasit. Permainannya cenderung kasar n nggak pake teknik gitu. Emang sih, semua pemainnya rata-rata punya determinasi tinggi. Tapi bukan itu yang gw cari. Gw nyari tim yg permainannya enak dilihat n bersikap professional dalam artian jarang melakukan kecurangan dalam pertandingan. Gw paling sebel waktu ngeliat penalty yang diberikan kepada Juve atas jatuhnya Del Piero di kotak penalty. Padahal Ronaldo nyungsep abis gak dikasih hukuman penalty apa-apa sama wasit. Mau gmana lgi,..Juve! Kuakui mentalnya kuat, Determinasi tinggi…tapi kalau oportunisnya keterlaluan seperti itu, nggak ah..gw skip aja.

Pernah lagi gw ketemu sama klub yang namanya Inter Milan. Waktu itu gw ngeliat klub ini benar-benar klub bertabur bintang. Bahkan Ronaldo, salah satu pemain yang sangat kukagumi waktu itu bisa mereka datangkan dengan dana yang gila-gilaan. Belum lagi Christian Vieri yg lebih gila lagi dananya sampe2 katanya Vatikan jadi sewot ngeliat segitu besar dana cuman buat urusan beli pemain sepakbola. Cuman kayake nih klub emang terkena semacam kutukan dimana mereka sulit banget dapet gelar. Sebenarnya bukan kutukan tapi manejerial mereka yang terlalu semrawut. Massimo Morrati terlalu ikut campur urusan pelatih dalam masalah internal tim. Walhasil, Inter termasuk tim yang paling gak sabaran yang pernah gw liat. Silvestre, Robbie keane, Pirlo, Seedorf, Cannavaro, Bergkamp, semua tuh pemain hebat yang hanya begitu aja dibuang sama manajemen Inter karena diliat nggak bisa ngasih sumbangsih buat tim. Terlalu banyak pemain yang keluar masuk hingga tim nggak bisa mencapai titik keseimbangan. Diperparah lagi masalah pelatih yang digonta-ganti tiap musim. Adduh, padahal pemain-pemain mereka gw rasa kualitas nomer satu, tapi tuntutan yang terlalu besar dan pressure terlalu besar dari Chairman hanya membuat mereka nggak bisa berkembang. Sekarang sih sudah mendingan di masa Roberto Mancini. Tim dah mulai seimbang dan mulai dah bisa ngeraih gelar (Piala Italia tahun 2005). Gw rasa walau Moratti telah melepas kursi kepresidenan dia dan digantikan fachetti, tetap aja dia adalah pemilik Inter Milan. Sekarang tanda-tandanya Inter tahun ini Cuma bisa dapet Piala Italia lagi. Entah Tuan Moratti masih mau bersabar atau tidak, tapi sebenarnya Inter hanya butuh perbaikan mental pada pemain-pemainnya. Mental Juara yang masih belum sempurna itu membuat Inter saat ini masih ada di belakang Milan dan Juventus di Italia. Itulah mengapa Inter tak bisa menjadi klub favorit gw, suasananya mendung terus jack.

Gw sempet liat yang namanya Liverpool. Tim yang punya sejarah hebat, yang merajai Eropa di awal 1980an dengan bintang-bintang seperti Ian Rush n Kenny Daglish. Tapi tetep aja gw ngeliat klub factor utamanya adalah apa yg gw liat di lapangan saat ini. Liverpool tim yang kuat, tapi mereka cenderung labil dalam prestasi. Memang pada era Gerrard Houllier mereka sempet Treble tahun 2001. Mereka hebat, cepat, ulet, sampai sekarangpun masih seperti itu. Steven Gerrad adalah salah satu pemain tengah paling fantastis yang ada sekarang. Menurut gw Liverpool tak ada cela. Gw suka gaya permainan mereka. Hanya saja satu yang kurang….hati gw kayaknya bukan di Anfield. Entah kenapa gw baru sadar waktu Final Liga Champion tahun 2005 di Ataturk, Turki antara AC Milan vs Liverpool.

Gw sadar kalau gw flashback lagi. Gw ternyata secara gak sadar selalu ngikutin perkembangan Milan. Mulai dari era dimana mereka membeli Bierhoff. Entah itu hasil pertandingan, transfer pemain, gossip atau apa aja yang berkaitan dengan Milan selalu menarik untuk gw ikuti. Gw pernah ngeliat di internet tentang kemungkinan mereka akan membeli Rui Costa, gw waktu itu seneng banget. Kesuksesan mereka waktu mereka scudetto dan mendapatkan striker mematikan Ukraina Andriy Sevchenko gw rayakan. Apalagi ketika era dimana mereka memasang Andrea pirlo sebagai Deep Playmaker. Itulah Milan terbaik yang pernah gw liat. Mereka bermain sangat tenang, indah, eksotis dan sangat tajam. Milan juga gw terliat sangat professional, mereka bermain sangat bersih dan jarang melakukan taktik mengulur-ulur waktu. Terus menyerang dan menyerang. Sir Alex Fergusonpun sangat menghormati AC Milan. Dia berkomentar bahwa meraka sangat professional. Milan juga memiliki fasilitas kesehatan yang sangat bagus di camp latihan mereka. Milan Lab. Menurut lo gmana bisa pemain-pemain tua semacam Serginho dan Cafu bisa tak kalah berlari dengan pemain-pemain muda semacam Arjen Robben dan Cristiano Ronaldo. Ini pasti metode kesehatan dan latihan yang diterapkan oleh Milan. Disamping itu Milan sekarang lebih bijaksana dalam membeli pemain. Mereka hanya membeli pemain yang mereka butuhkan. Tentu saja, harus dengan kualitas yang bagus pula. Gw baru sadar ketika ada temen gw yg emang sih Milanisti sejati dan pasti omongan dari mulutnya tuh omongan Milanisti juga. Dia ngomong begini,
“ Coba kamu lihat pemain-pemain Milan. Apa ada dari mereka yang memilki wajah penjahat. Bengis, jahat, culas. Gak ada sama sekali kan ?”

Kuanggap pertama memang sepele, tapi ternyata ketika gw lihat wajah-wajah pemain Milan entah kenapa, aku setuju banget dengannya. Apa gw memang seorang Milanisti ?gw kembali meruntut ketika Milan Juara Champion, Milan scudetto. Gw sangat senang, senang sekali. Dan ketika mereka kalah di Liga Champion. 4-0 dari Deportivo, kalah adu penalty dari Liverpool dan disingkirkan oleh Barcelona. Gw amat sedih. Tapi gw tetep salut sama pemain Milan yang tetap berkepala tegak menerima kekalahan. Mereka selalu kalah dengan terhormat. Tidak banyak komentar menyikapi sebuah kekalahan. Dan selalu memandang ke depan. Sportivitas dan profesionalisme selalu mereka junjung.

Forza Milan!!! U always on my mind. Tetap berprestasi dan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme.

Sekali lagi dengan bangga gw mengucapkan forza Milan bersama Milanisti2 lain yang ada di seluruh Indonesia

No comments: