Friday, March 30, 2007
MICHAEL JACKSON
Michael Jackson sudah menjadi icon musik dunia bahkan mungkin ketika aku belum bisa bagaimana menikmati musik. Namun aku sedang berada di akhir kejayaannya ketika aku mulai menikmati musiknya.
Aku sering melihat Jacko di TV, konser-konsernya benar-benar sangat menggila dengan penonton yang membludak dan histeris. Saat itu sangat wajar bila dunia benar-benar tercengang dengan Jacko.
Kemampuan dansa kontemporer yang hebat, lagu-lagu ngebeat yang dahsyat, kostum keren, suara yang melengking tinggi, kemampuan menjiwai lagu dan kemampuannya membuat penonton histeris dengan ekspresi dan bahasa tubuhnya yang khas dan heboh di atas panggung.
Seorang anak kecil yang menonton lewat televisi seperti akupun selalu merasa terhanyut dengan beat-beat dahsyat dari lagu-lagu yang ditembangkannya di atas panggung. Kemampuan dansa Jacko bisa dibilang ultra excellent.
Tidak terlalu berlebihan bila atribut King of Pop disematkan ke dia, satu-satunya orang yang mendapatkan atribut itu setelah Elvis Presley. Kemahsyuran Jacko menyihir semua penggemar musik dunia bahkan merambah ke dalam hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan industri musik. Seperti film kartun Michael Jackson atau bahkan game "Moonwalker" yang diliris di media arcade tahun 1990an.
Aku sudah tahu hits2 Jacko yang lawas seperti Beat it, Billi Jean, Thriller, Smooth Criminal (yang dulu aku sebut Moonwalker), namun menurutku album yang paling fenomenal adalah Dangerous yang kudengarkan pada tahun 1991-1994. Album inilah album terbesar Jacko sekaligus akhir kejayaannya.
Tembang-tembang dahsyat semacam Jam, Dangerous, In the Closet, Heal The World, Do you remember, Gone to soon, Who is it benar-benar abadi dalam pendengaranku dan tentu saja di pendengaran fans berat Jacko sampai sekarang.
Aku masih ingat ketika pertama kali meminjam kaset ini dari Doni aku bisa langsung nyantol dengan lagu-lagu Jacko. Kami sering menyanyikan lagu-lagu Jacko setiap hari, bahkan mungkin setiap kali ketemu. Lagu "Who is it" adalah yang paling sering kami nyanyikan, tetapi gara-gara keterbatasan vocabulary kami maka kami sering memplesetkan salah satu kata-kata dalam liriknya menjadi cineplex.
"When it doesn't seems to matter, when it doesn't cineplex (seharusnya seems right)"
Album Dangerous memang sebuah sukses yang massive bagi Jacko. Super Album, Great Songs dan pundi-pundi uangpun semakin bertambah.
Jacko pada awalnya adalah anggota dari Jackson Five, sebuah vocal group yang cukup sukses pada zamannya. Menelurkan tembang-tembang soul yang lumayan menjadi hits. Ketika Jacko sudah dianggap akil baligh (he2) dia mengikuti jejak Lionel Richie yang juga melepaskan diri dari The Commodores untuk bersolo karir. Pada saat Michael Jackson memutuskan untuk bersolo karir dunia sedang dilanda kejenuhan dengan musik-musik Heavy Metal dan Rock yang cenderung dengan narkoba, free seks, mabuk-mabukan dan tindakan asusila yang dilakoni oleh icon-icon musik dunia saat itu (Bisa jadi kaum hippies memiliki peran yang tidak sedikit di sini , no offence).
Saat itulah dunia musik memerlukan sosok baru yang memulai sesuatu yang baru, sesuatu yang masih segar dan juga..."sesuatu yang bersih". Saat itulah Michael Jakcson muncul dengan album solonya dan langsung menggebrak dunia dengan lagu-lagu macam "Beat it" dan "Billie Jean"(still my favorite song till now).
Sosok Micahel Jackson yang bersih dari narkoba, rokok, alkohol dan free seks dengan ditunjang beat2 baru dan unik dari lagu2nya membuat dunia memusatkan perhatian pada dirinya. Sontak MJ langsung menjadi seorang idola baru. Hingga musik Dance langsung mendemam di seluruh dunia untuk waktu yang lama. MJlah icon dari musik Dance sekaligus Dance itu sendiri. Sebegitu populernya Jacko hingga ketika di kemudian hari langkah-langkahnya semakin kontroversial, penggemarnya sekan tidak peduli. Mereka dengan setia menunggu penampilan terbaru dari Jacko,. Mulai dari konser live atau video klipnya di TV.
Operasi plastik kulitnya menjadi pergunjingan orang seisi bumi. Ketika dia mengubah warna kulitnya dari hitam menjadi putih pucat. Banyak orang berspekulasi. Apakah dia termasuk orang yang tidak bangga dilahirkan sebagai orang kulit hitam atau dia ingin menegaskan penggemarnya di seluruh dunia bahwa kita tidak bisa melihat orang dari penampilan luarnya saja, tapi lihatlah apa yang bisa dia lakukan dan berikan. Mungkin itulah yang dia ingin tegaskan, seperti mengatakan "Hei, aku bisa merubah penampilanku seperti apapun, tapi aku tidak akan bisa merubah siapa diriku yang sebenarnya. Kalian semua akan selalu tahu bahwa aku adalah Micahel Jackson"
Kontroversial memang tidak akan bisa jauh-jauh dari King of Pop ketika dia masih ada di puncak kesuksesannya. Pernikahannya dengan Lisa Marie Presley, anak Elvis Presley, tuntutan pengadilan atas pelecehan seksualnya terhadap beberapa orang anak kecil yang mengaku telah dilecehkan secara seksual oleh sang Raja. Sangat mengherankan bila mengingat dia terlihat sangat mencintai anak kecil (Well, selalu ada banyak sekali anak kecil di panggung kala dia menggelar konser, hanya saja tidak terbayang dia akan "mencintai" anak kecil sejauh itu) kemudian diakhiri dengan perceraiannya dengan Lisa Marie Presley. Aku masih ingat kalau Pasangan ini pernah beradegan sangat mesra (yang akhirnya disensor oleh stasiun TV Indonesia) dalam salah satu video klip Michael Jackson dari album "History", You're not alone.
Sebenarnya di satu sisi banyak sekali yang namanya ikut terangkat oleh ketenaran Michael Jackson, namun yang mungkin sanggup menegakkan eksistensinya di blantika musik dunia untuk waktu yang cukup lama hanyalah Janet Jackson. Di luar perihal hubungan darahnya dengan sang kakak, aku tetap menilai Janet Jackson sangat berbakat. Walau terus terang aku agak kecewa dengan salah satu video klip lagu dancenya yang sepertinya masih berbau2 MJ (Jas, Setelan rapi lengkap dengan topinya ditutup dengan gerakan-gerakan dansanya). Aku lupa judul lagunya apa. Good song, but the video is not good enough. Lagu Janet Jackson yang bagus baik dari lagu maupun dari video klip adalah lagu yang dia lompat-lompat ke bangunan penting di dunia seperti Piramida, Sphinx, Eiffel, Empire State etc memakai baju penari India (Shame on me, aku lupa judulnya)
Sebenarnya ada juga salah satu saudara Jacko yang bernama La toya Jackson. Namun Jackson yang satu ini tidak begitu bersinar seperti Michael n Janet. Hanya kontroversial saja yang membuat namanya diingat olehpecinta berita selebritis.
Setelah Album Dangerous, euforia dan keoptimisan terhadap King of Popo tetap membumbung tinggi. Apalgi kemudian sang Raja dikabarkan akan merilis album terbaru selepas Dangerous yang terjual hampir 250 juta kopi di seluruh dunia. Bahkan saking besarnya keoptimisan dari pihak Sony Music Entertainment terhadap album History, mereka bahkan dengan sangat optimis membuat paketan album terbaru Jacko dengan konsep dobel album. Satu album bermaterikan materi-materi baru dari Jacko dan satu album terdiri dari Hits-hitsnya di masa lalu yang merupakan "history" dari perjalanan panjang Jacko sendiri di blantika musik dunia. Mulai dari era "Beat it" hingga era "Heal the world"
Well, hari pertama sungguh tidak mengecewakan. Di US sendiri album History langsung terjual tidak kurang dari 500 ribu kopi. Jacko dan Sony semakin yakin bahwa mereka telah mengambil langkah yang tepat. Namun ternyata keoptimisan tinggallah keoptimisan. Album "history" memang benar-benar membuat Jacko sebagai "history".
History telah menjadi blunder terbesar sekaligus kuburan bagi karier Jacko. Konsep double album ternyata membuat sebagian besar fans kecewa. Fans berharap seluruh material dari album Jacko yang terbaru adalah hal yang baru. Tapi ternyata separuh dari isinya adalah kumpulan lagu-lagu lawas.
Di saat Jacko sedang di puncak-puncak kariernya, dia membuat kecewa fans dengan membuat kompilasi album The Best. Album The Best hanya layak diluncurkan kala popularitas atau prestasi seorang musisi mulai turun. Hingga publik akan kembali mengenang lagu-lagu lama Jacko dan bisa digunakan sebagai sebuah "pemanasan" untuk album terbarunya.
Mungkin faktor keserakahan ini yang membuat Konsep Double album itu terwujud. Konsep ini dianggap oleh fans menjadi terlalu mahal karena mereka harus membeli dua album yang bisa dianggap memuat materi-materi yang kurang menjanjikan. Disamping konsep the best yang salah waktu itu, materi baru dari Jacko sendiri dianggap kurang menghentak dan tidak menawarkan sesuatu yang menjadi ciri khas Jacko selama ini. Dance.
Tembang-tembang seperti You're Not Alone, Earth Song, Stranger in Moscow sendiri lebih terlihat sebagai lagu-lagu Ballad. JAcko semakin jarang meraung dan melengking di album terbarunya. Hal itulah yang membuat para fans menjadi kecewa. Mungkin ada single semacam "Scream", namun beat-beat pada Scream tidak bisa membuat orang bergoyang ria seperti pada Black or White, Billie Jean atau bahkan Beat it sekalipun. Scream lebih cenderung menjadi lagu Techno non easy listening. Nasib Jacko tidak jauh dari Helloween yang pernah menggagas album beraliran "rock jazzy" yang tampak terlihat pada konsep album Chamelleon. Padahal Helloween dikenal khalayak dan para fans sebagai si mbahnya Speed Metal Eropa yang mengandalkan speed and power. Mungkin Michael Kiske, vokalisnya saat itu menginginkan Helloween sedikit melakukan "relaksasi" dan mengubah wajah mereka menjadi lebih ngepop dan sedikit jazzy. Namun album Chamelleon jatuh di pasaran dan hal itu membuat Michael Weikath,gitaris sekaligus pendiri Helloween memecat Michael Kiske dan menggantinya dengan vokalis baru bernama Andi Deris. Setelah itu Helloween kembali lagi ke ciri khasnya dan menggebrak lagi. Beruntung mereka tidak kehilangan penggemarnya
Namun malang bagi Jacko, dia telah terbang terlalu tinggi dan akhirnya jatuh begitu keras di bumi. Seretnya penjualan ini membuat Sony Music Entertainment rugi besar. Padahal sejumlah upaya promosi telah dilakukan. Mulai dari dana pembuatan video klip yang gila-gilaan. Video Klip "Scream" termasuk video klip yang memiliki budget edan-edanan. Belum lagi jumlah kopi album yang ditargetkan minimal sama dengan album Dangerous. Kontan, Sony mengalami kerugian besar dengan langkah beraninya itu karena album History memang jauh di bawah pendahulunya.
Malang bagi Jacko, setelah itu dia tidak mencoba menaikkan performanya. Dia bahkan terus membuat kontroversi dengan kasus pelecehan seksualnya terhadap anak-anak yang seakan tak berujung. Belum lagi ketika seorang wanita (setelah beberapa yang lain) mengaku memiliki anak dari Jacko. Ujung-ujungnya memang Jacko harus
Album Blood in the Dance Floor adalah album yang berusaha membangun semua yang telah runtuh dengan bentuk dan ukuran yang sama. Namun Jacko sudah terlanjur runtuh di album History dan apa yang dilakukannya seakan tidak cukup untuk membuat kejayaannya kembali. Orang mulai menilai kalau musik-musik Jacko terlalu old fashion dan dunia saat itu sudah dilanda demam boyband dimana-mana. Mulai dari F-4 hingga Westlife.
Usaha Jacko yang membuat film pendek dalam track "Ghost" dari album Blood in The Dance Floor sama sekali tidak mendapat respon dari pasaran seperti pada film Pendek Smooth Criminal. Figur anak-anak dalam video klip Ghost sendiri sama sekali tidak mengangkat citra Jacko berkaitan dengan kasusnya di pengadilan. Gaya pembuatan film yang terlalu old fashion dan lebih seperti film anak-anak itu sama sekali tidak bisa mendukung lagu Ghost sendiri yang sangat mudah dilupakan oleh penggemarnya. Maka tenggelamlah Jacko terlibas arus perubahan blantika musik dunia yang tidak bisa ditangkalnya.
Yang tersisa hanya kontroversi-kontroversi yang seolah tiada henti. Pernikahannya dengan seorang wanita yang ternyata mengandung bayinya, "kegilaannya" yang menggendong bayinya dan hampir menjatuhkannya dari atas balkon tingkat tiga di depan fansnya dan kemudian kesulitan Jacko dalam finansial. Jacko terakhir berusaha menjual rumahnya kepada superstar sepakbola Inggris yang akan bermain untuk LA Galaxy, David Beckham dengan harga 10 juta dolar. Suatu ironi dari The King of Pop.
Album terakhirnya Invincible semakin menguatkan opini yang mengatakan bahwa karir Jacko telah mati dan mencapai pada titik yang paling nadhir. Sebagian besar orang bahkan sudah tidak mau menyimpan lagu-lagu Jacko dalam Hard Disk mereka dalam format mp-3 yang notabene adalah format bajakan yang gampang didapat.
Jacko, apalagi yang bisa diharapkan darinya sekarang ?
Terlalu jauh engkau jatuh maka semakin besar kerusakan yang kau dapat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




No comments:
Post a Comment