Sunday, March 25, 2007

Tekanan Darah Tinggi

TEKANAN DARAH TINGGI

Dokter akan menyebutnya sebagai Hipertensi.

Pada tekanan darah tinggi terjadi tekanan darah yang berlebihan terhadap dinding arteri. Apabila kondisi ini terus berjalan akan mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah dan kekurangan aliran darah ke jaringan tubuh. Kondisi ini mengakibatkan kerusakan jaringan jantung, ginjal, otak, dan mata.

Apabila tekanan darah merusak jantung dan pembuluh darah, komplikasinya akan mengancam kehidupan-gagal jantung, serangan jantung, stroke – akan meningkat. Episode peningkatan tekanan darah tinggi yang serius akan berlanjut terjadi kerusakan di otak dan bahkan kematian dapat mengancam.

Tekanan darah tinggi di Amerika bagian Utara dijumpai pada 15-20% orang dewasa. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab terbesar dari stroke, penyakit jantung dan gagal ginjal. Untunglah, hasilnya memuaskan apabila dideteksi dan pengobatan tekanan darah tinggi cepat dilakukan sebelum terjadinya kompilkasi

Penyebab

Tekanan darah tinggi jarang menunjukkan gejala sebelum adanya perubahan pembuluh darah di jantung, otak dan ginjal. Secara ekstrem tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam dari arteri yang kecil, kemungkinan dapat berlanjut menjadi bekuan darah. Apabila hal ini terjadi, tekanan darah berakibat tergantung dari lokasi pembuluh darah yang mengalami kerusakan :

1. Otak : menjadi stroke

2. Retina : menjadi buta

3. Jantung : Menjadi serangan jantung

4. Ginjal : Ada protein di dalam urine, menjurus ke gagal

Ginjal.

Tekanan darah tinggi mengakibatkan jantung bekerja keras, sehingga bilik kiri (ruangan kerja jantung yang utama) akan mengalami pembesaran. Kemudian kedua serambi, baik kiri maupun kanan akan mengalami ketidak sanggupan bekerja, membentuk cairan di dalam paru-paru.

Diagnosa

Tekanan darah tinggi dapat dibedakan menjadi dua nilai. Pertama adalah tekanan sistolik yaitu tekanan maksimal atau gerakan jantung menjadi detak jantung. Kedua adalah tekanan diastolik tekanan terendah atau gerakan jantung sewaktu relaksasi di antara detak jantung. Dokter akan mendiagnosis tekanan darah tinggi apabila tekanan darah di atas 140/90 mm Hg pada usia 50 tahun ke bawah dan 150/95 mm Hg pada umur 50 ke atas.

Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik, yang mungkin mengungkapkan suatu arteri yang abnormal. Pada pemeriksaan mata juga dijumpai kelainan bersifat karakteristik.

Riwayat penyakit dan pemeriksaan tambahan diperlukan dan juga predisposing faktor (faktor risiko) akan membantu identifikasi dan komplikasi tekanan darah tinggi. Sebagai contoh, pyelogafi (sinar X dari ginjal) dapat mendeteksi penyusutan ginjal, apabila adanya tekanan darah tinggi mengakibatkan penyakit ginjal kronis.

Apabila dokter telah yakin adanya hiperaldosteronin sebagai penyebab tekanan darah tinggi, maka perlu pengukuran kadar kalium di dalam darah. Untuk mengetahui adanya kerusakan di jantung dan pembuluh darah serta komplikasi tekanan darah tinggi, diperlukan beberapa pemeriksaan berikut:

· Elektrokardiogram, menunjukkan adanya pembesaran bilik kiri atau aliran darah ke ruangan dalam jantung mengalami penurunan.

· Sinar X dada, menunjukkan pembesaran jantung

· Ekodardiografi, (mempelajari gerakan dan struktur jantung), akan menunjukkan pembesaran bilik kiri.

Pengobatan

Untuk mengobati tekanan darah tinggi yang tidak diketahui sebabnya, dokter akan mengadakan pendekatan selangkah demi selangkah :

  • Pertama : Mengubah gaya hidup, seperti mengurangi berat badan (bila diperlukan), membatasi minuman alkohol, olahraga yang teratur, kurangi pemakaian garam dan berhenti merokok.
  • Kedua : Bila langkah pertama gagal menurunkan tekanan darah secukupnya, lanjutkan pengubahan gaya hidup dan mulai dengan pemberian obat-obatan. Obat-obatan yang sesuai dengan penurunan tekanan darah tinggi termasuk diueritik dan beta-dokter. Apabila obat tersebut tidak efektif dan tidak dapat diterima, dokter akan memberikan, dokter dapat memberikan penghambat enzim angiotensin-convert, antagonis kalsium, alfa receptor bloker atau alfa beta bloker.
  • Ketiga : Apabila seseorang tidak mencapai tekanan darah yang diinginkan atau tidak memberikan kemajuan, dokter akan meningkatkan dosis pengobatan, substitusi obat dengan obat dengan obat lainnya yang sejenis, atau menambahkan obat jenis lainnya.
  • Keempat: Apabila seseorang belum juga merasa sehat dengan tekanan darahnya atau belum ada kemajuan tentang tekanan darahnya, dokter akan menambah untuk kedua atau ketiga kalinya dengan obat-obatan sejenis atau jenis lain, atau diuretik (kalau belum diberikan sebelumnya).

Apabila tekanan darah tinggi diketahui penyebabnya, pengobatannya adalah menyingkirkan penyebab dan kontrol efek tekanan darah tinggi.

Apa yang harus dilakukan oleh penderita?

· Ikuti cara pemakaian obat yang baik, perlu diperhatikan bahwa tekanan darah yang tidak terkendali akan mengakibatkan stroke atau gagal jantung.

· Perhatikan secara cermat pemakaian obat-obatan setiap hari.

· Beritahukan dokter apabila Anda menemukan adanya tanda-tanda efek samping dari pemakaian obat-obatan.

· Gantilah kebiasaan pola makan anda sesuai petunjuk dokter. Bila Anda kegemukan mulailah menurunkan berat badan. Hindari makanan bergaram tinggi.

· Hindari pemakaian unsur Natrium yang tinggi di dalam antasida dan pemakaian obat flu, serta radang sinus yang mengandung bahan-bahan yang bersifatkan menyempitkan pembuluh darah.

· Diperlukan perubahan pola hidup dengan mengurangi stress dan melakukan latihan (gerakan badan) secara teratur.

· Perikasakan tekanan darah anda pada dokter secara teratur dan sesering mungkin.

Fakta-fakta seputar tekanan darah tinggi

· Tekanan darah tinggi bukanlah merupakan penyakit turunan, tetapi memiliki tendensi untuk menjadi penderitanya. Meski demikian, bagi keluarga yang memiliki penderita darah tinggi dapat mengambil tindakan pencegahan dengan mengurangi garam di dalam diet, hindari kegemukan dari umur semuda mungkin, tetapi hal ini belum dapat dibuktikan.

· Walau tekanan darah normal, tapi penderita tidak berhenti meminum obat. Hal ini disebabkan walaupun tekanan darah normal, bukan berarti tekanan darahnya telah normal-tetapi dokontrol menjadi normal. Bila penderita menghentikan pemakaian obat maka dapat meningkatkan kembali tekanan darah tingginya. Penderita harus dan selalu memakan obat-obatan. Tentu saja, diikuti dengan latihan reguler, mengurangi stress, diet rendah garam juga dapat membantu mempertahankan tekanan darah yang normal.

· Tekanan darah penderita bisa turun di bawah normal bila tindakan pengobatannya diubah-misalnya apabila dokter meningkatkan dosis obat atau memberi obat yang berbeda. Periksalah tekanan darah Anda secara reguler dan laporkan kepada dokter apabila dijumpai gejala tekanan darah rendah seperti gelisah, sakit kepala ringan, kelelahan dan kelemahan.

· Bawang putih tidak bisa digunakan sebagai pengganti pemakaian obat-obatan. Walaupun bawang putih dijual dalam berbagai bentuk sebagai "pengobatan" penyakit jantung dan tekanan darah tinggi secara reguler, tetapi hingga saat ini belum dijumpai adanya bukti-bukti dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Tentang Garam (yang harus diturunkan)

Pemakaian garam perlu diturunkan sebab kebanyakan garam akan menahan air di tubuh. Hal ini akan menjurus menjadi tekanan darah tinggi atau akan menyulitkan tubuh. Sedikit saja mengurangi pemakaian garam akan memberikan penekanan tekanan darah secara signifikan.

Pengurangan pemakaian garam bukanlah hal yang sukar dilakukan. Ada beberapa informasi dan petunjuk yang perlu diketahui intuk memulai mengurangi konsumsi garam.

Fakta tentang garam

· Garam meja adalah 40 % berupas unsur Natrium

· 3/4 garam yang dikonsumsi berasal dari makan dan minuman yang dihidangkan setiap hari.

· Satu sendok teh garam berisi 2 gram natrium. Direkomendasikan setiap hari bagi mereka yang bertekanan darah tinggi.

· Kita dapat mengurangi pemakaian garam sampai kebutuhan minimal secara sederhana, yaitu jangan memberikan garam sewaktu memasak makanan atau sewaktu makan.

· Banyak orang sangat sensitif terhadap garam juga sering dijumpai dengan menambah sedikit saja garam di dalam bahan makanan telah dapat meningkatkan tekanan darahnya.

· Bila Anda sensitif pada garam, meningkatkan pemakaian garam, meningkat pula pemakaian obat pengontrol tekanan darah Anda.

Petunjuk untuk mengurangi pemakaian garam

Mengurangi konsumsi garam menjadi 1 sendok teh setiap hari akan mudah anda lakukan bila :

· Baca label kadar garam dari obat atau makanan yang digunakan.

· Jauhkan garam, tetapi bila Anda harus mempergunakan garam, pakailah garam sesedikit mungkin atau pakai garam dengan unsur Natrium, setengah dari garam meja.

· Belilah daging, buah dan asyuran segar sebagai pengganti makanan kaleng, makanan awetan dan makanan kesenangan lainnya.

· Substitusi garam dengan bumbu masak atau dengan jus jeruk

· Jangan mempergunakan garam tersembunyi—sebagai contoh, minuman mengandung soda, krim bukan dari susu, kue kering dan keik.

· Hindari makanan bergaram misalnya daging babi, sosis, pergedel, kentang goreng, mustard, asinan, dan beberapa jenis keju.

Sumber garam

Makanan kaleng, makanan siap pakai, makanan siap saji merupakan makanan penuh dengan garam, demikian juga dengan kecap. Meskipun makanan terasa hambar, adakalanya justru banyak mengandung unsur Na (Natrium). Perhatikan beberapa nilai garam dari bahan makanan di bawah ini:

Bahan makanan

Unsur Natrium dalam mgr

1 Kaleng sup tomat

1 hot dog

1 cheeseburger

1 sendok teh kecap

1 dill acar

A mangkok corn flake

872

639

709

156

928

256

Sumber unsur Natrium yang tinggi lainnya adalah baking powder, baking soda, sus daging panggang, builon cubes, garam seleri, sus cabe, cooking wine, asinan bawang putih, asinan bawang air basa, dan sus kacang kedele.

Banyak juga obat-obatan dan bahan makanan lainnya tinggi akan unsur natrium, seperti alkali sebagai pembanyu, pencernaan, laksansia, aspirn, obat batuk, pencuci mulut dan pasta gigi.

No comments: