Sebenarnya aku nggak begitu paham apa yang harus aku tulis di sini. Di dalam sesuatu yang bernama blog.
Seperti biasa aku akan mengamati dulu sebelum mengambil keputusan , walaupun apa yang aku deskripsikan sebagai "mengamati" itu tidak pernah sama dengan apa yang akan dibayangkan orang.
Setelah aku mengamati semua blog yang aku baca di FS atau blog2 dari temen2 yang lain. Aku jadi bertanya2,...apa blog adalah semacam jurnal yang dipublikasikan ke banyak orang ? Well, sometimes...cewek2 memiliki apa yang mereka namakan Buku harian.
Begitu rapi, begitu personal, begitu subyektif dan tentu saja....begitu rahasia. Bukan hanya cewek aja yang pernah membuat hal2 semacam itu. Aku sendiri pernah melakukannya. Tapi tidak pernah mencapai tahap yang dinamakan "kesinambungan".
Mungkin persediaan rasa sentimentilku memang tidak begitu banyak.
That's the different between man and woman. Laki-laki kadang memang lebih menyukai sesuatu yang begitu sporadis dan berharap sesuatu yang tak tentu dan mengejutkan itu akan mendapat penghargaan besar. Tapi rasanya hal semacam itu akan mendapat tanggapan yang lain dari pihak wanita kurasa.
Wanita lebih menyukai sesuatu yang sedikit demi sedikit tapi kontinu. Aku jadi teringat tentang konsep ibadah. Ibadah yang melakukan amalan2 kecil dan kontinu memang jauh lebih baik daripada kita membuat amalan2 besar namun kemudian kita "cuti" beramal dalam waktu yang cukup lama. Salah satu kelebihan konsep sifat kewanitaan ternyata.... Mereka begitu telaten.
Aku memang kurang telaten untuk setiap hari menulis, tapi kekerapan aku menulis tetap saja tidak bisa membuatku menjadi orang yang hanya "kadang-kadang" menulis. Aku adalah seorang penulis. Semua orang adalah penulis dalam cara mereka sendiri.
Kembali lagi kepada masalah blog ini. Aku jadi teringat kembali kepada seorang teman yang menyarankanku untuk membuat sebuah blog di tahun2 awalku kuliah. Dia katakan bahwa sangat mudah untuk mendaftarkan diri demi mempunyai sebuah blog. Oke, ternyata memang tak jauh beda dari apa yang dikatakannya tentang blog. Sangat mudah dalam membuat blog. But what 'm gonna write there?
Actually, aku adalah typical orang yang sangat suka menulis. Tapi aku sangat berbeda dengan orang lain. Kadang aku melihat hasil tulisan orang lain aku melihat dunia yang jauh berbeda dengan duniaku menulis. Aku merasa apa yang kutulis dan caraku menulis atau memaparkan sesuatu sungguh kaku dan kurang dinamis.
Padahal sebenarnya begitu banyak yang ingin kukatakan dan kusampaikan dengan bahasaku sendiri. Begitu banyak yang ingin kuceritakan dengan jari2ku yang berlompatan diantara tuts keyboard atau pena tulis yang biasa ada dalam genggamanku di malam hari. I'm not the kind of person that have ability to express something inside my mind from my mouth. Sometimes I just a speechless person, not more. I don't know....
Tapi solusi yang paling terdekat adalah mengungkapkan semuanya lewat media komunikasi yang lain. Lewat jari2ku yang menulis dengan menggunakan pena atau tuts keyboard. Hal itulah yang sering kulakukan di malam hari. Menulis menulis dan menulis. Entah apa yang kutulis. Tapi rutinitas semacam ini telah kulakukan sejak empat tahun aku sanggup membaca dan menulis. Bahkan ketika aku mulai belajar memainkan alat yang bernama gitar, aku menuliskan apa yang telah kutulis selama ini di dalam nada-nada dan kusimpan dengan rapi.
Tapi seperti yang kubilang tadi, kebanyakan pria kadang sporadis dalam melakukan sesuatu ...termasuk aku. 1 tahun aku memainkan gitar dan telah kugubah puluhan lagu. Tapi kemudian aku bosan karena keterbatasan diriku dalam mencari nada-nada yang pantas dalam mengantarkan tulisan2 itu, maka lebih baik kuhentikan. Dan kumasukkan semua naskah itu dengan rapi di dalam kardusku bersama fotokopian kuliah. Tragis memang, but at least I have fun though just for a while.
Kemudian ketika sesuatu yang bernama "1001 malam mengerjakan TA " itu datang, aku memiliki komputer di dalam kamarku. Komputer itu sebenarnya adalah lungsuran dari ayahku yang tercinta. So, aku memakai komputer ayahku dan ayahku membeli komputer baru. Kadang aku berpikir, tidakkah seharusnya sebaliknya ? He2, it's allright for me. Let my old man enjoy his life. Karena fokus utama waktu itu tetap untuk sesuatu yang bernama Tugas Akhir. Not more
Sebagai informasi, komputerku saat itu memang sudah masuk dalam kategori hampir menjadi fosil teknologi, karena memang bila dibandingkan dengan komputer2 yang baru aja keluar di zaman itu, boleh dibilang komputerku seperti kakek2 berumur yang masih memiliki semangat untuk bekerja demi sesuatu yang mereka namakan "Harga Diri" (dari berbagai sumber yang aku terima). So, prinsipnya jadi semakin simpel bila kemampuan semakin terbatas......Asal Masih Bisa Jalan...Tapi kadang yang bikin aku sebel,..aku tak bisa memainkan FM, my favorite game on that computer.
Di saat itul, pekerjan yang kutorehkan dalam lembaran2 kertas dan bagian belakang buku kemudian terwujud dalam bentuk lain. Aku menulis dalam komputerku sendiri. PC pertama yang kumiliki selama hidupku. Mungkin bagi orang lain menulis seperti caraku menulis adalah sesuatu yang konyol dan buang-buang waktu. Tapi.....setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mengekspresikan dirinya, mengatakan apa yang tidak bisa dikatakan dan membuang apa yang begitu susah dibuang.
Tapi memang, aku tak pernah sanggup menulis dengan benar. Aku tidak pernah merasa benar dengan semua yang kutulis. Sampai suatu saat Arswendo Atmowiloto mengatakan di suatu surat kabar. "Tulislah, tulis apapun yang ingin kamu tulis".
Saat itu dia sedang prihatin menyikapi tentang para penulis dan kaum muda Indonesia yang kurang begitu lihai dalam menulis dan menggalakkan kegiatan membaca.
Saat itu aku sadar bahwa dalam menulis, kita tidak harus menjadi orang lain. Tapi jadilah dirimu yang sebenarnya. Agar orang bisa lebih memahamimu dan tahu apa yang kamu inginkan. Oleh karena itulah. Setelah empat tahun aku mengenal blog dan meninggalkannya jauh-jauh. Aku menulis lagi di blog ini....sebagai diriku sendiri.
Akan kutulis apapun yang ingin kutulis
Dengan harapan,....mungkin ada gunanya
walau hanya sedikit.




No comments:
Post a Comment