Gw pernah mikir, bahwa hidup gw dah beruntung banget. Tapi entah kenapa akhir2 ini gw sial. Ah, salah ding. Harusnya gw gak ngomong kayak gitu. Lebih tepatnya gw lagi dicoba ama yang di atas. Well, everyone must be ever had a bad period on their life. Well, it’s my turn now. Mungkin yang bisa gw kerjain sekarang hanyalah terus berusaha n terus mendekatkan diri dengan Gusti Allah SWT.
Emang bener kalau ada yang bilang bahwa salah satu kebutuhan manusia dalam hidup adalah memiliki Tuhan. Karena dengan adanya Tuhan maka kita akan selalu merasa diawasi, diperhatikan dan apabila kita dekat dengan Tuhan, apapun yang terjadi pada kita maka kita akan selalu merasa bahwa semua ini adalah kehendak dari yang di atas. Kita tak boleh berburuk sangka kepada Tuhan, seburuk apapun cobaan dan kondisi kita pada saat ini. Mungkin saja Tuhan sedang menguji diri kita, seberapa kuat diri dan iman kita. Orang pacaran aja sering kok pake acara ngetes pasangannya, gak usah muna deh. Bagi kalian2 yang sedang, pernah , atau akan(he he yg ini gak lah), pasti pernah ngetes pasangan kalian dengan berbagai cara. Itu sebenarnya bukannya tidak cinta, atau tidak percaya. Tapi sebenarnya dalam rangka untuk meyakinkan diri kita sendiri bahwa kita ini bener-benar dicintai dengan sangat dan dengan tulus (melo nih jadinya). Setelah itu hubungan akan memasuki tahap yang lebih tinggi lagi ,dengan kadar kepercayaan ang semakin bertambah.
Bagi saudara2 yang sedang merasa jauh dengan yang di atas, coba deh digalakin lagi ibadahnya. Ditambahin khusyuknya. Insya Allah ketenangan batin itu akan datang. Sebenarnya apa sih inti yang kita cari di dalam hidup ini ? Inti dari semuanya itu ? Ketenangan batin kan Nggak peduli harta sudah segunung, nggak peduli teman dan keluarga yang begitu banyak dan care sama kita, tapi kalau hati kita nggak tenang. Kadang itu semua seakan nggak ada artinya. Kadang-kadang emang kita sering lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang selalu memerhatikan kita dimanapun kita berada dan apapun yang kita lakukan. Dengan selalu merasa dilihat maka normalnya orang akan selalu hati-hati dalam setiap tindakan dan ada juga sisi diri kita yang lain yang merasa senang. Nggak ada manusia di dunia ini yang gak merasa senang bila diperhatikan (Asal jangan sampe tahap rese’ it’s OK). Well, yang pasti Tuhan selalu ada dan memperhatikan kita setiap saat. So, don’t worry Ok! Setiap masalah itu selalu ada jalan keluarnya. Biasanya sebuah masalah itu selalu ada paling nggak 2 penyelesaian, asal kita bisa tenang dan berpikir jernih. Pasti bisa deh diselesaiin dengan cara yang ma’ruf.
Juga tidak dianjurkan dalam keadaan apapun dan dalam kondisi apapun kita merasa iri pada apa-apa yang kita lihat. Entah dari TV, media, teman atau keluarga kita mungkin. Karena biasanya orang yang iri itu kualat. Hidupnya gak tenang dan jadinya malah lebih buruk yang dia bayangin. Terima aja hidup adanya dengan selalu menjadi diri sendiri dan berusaha yang terbaik untuk diri kita dan orang-orang yang terdekat dengan diri kita. Penyakit seperti iri hati hanyalah membuat hidup kita jadi gak tenang dan kehilangan arah, diibaratkan kita seperti aliran yang turbulence (tak tentu). Itu jelas gak baik untuk kesehatan jiwa kita. Ibaratnya orang yang iri hati hanya menyakiti diri mereka sendiri (Dapat bocoran dari MQ A’a Gym).
Tenang, jangan panic, jangan bingung, jangan kuatir. Harusnya kita bersyukur bila ada saudara2 atau orang2 yang notabene dekat dengan diri kita mendapatkan rezeki dan menjadi orang yang beruntung. Buatlah semua itu sebagai motivasi bukannya malah menjadi bahan bakar rasa iri hati yang bermukim di dalam hati kita. Dalam melihat masalahpun memang harus merunut omongan Bapak Ir. B.J Habibie “ Bila ada masalah langsung segera saya hadapi dan selesaikan, tanpa menunggu-nunggu lagi”
Kadang kita suka mengulur-ulur waktu untuk menyelesaikan suatu masalah. Walau masalah kecil sekalipun. Ex : cucian menumpuk, ini jg masalah walau kecil. Tapi bila kita biarkan saja disamping tuh cucian hanya semakin menumpuk dirubung laler ,lama kelamaan hanya membuat sesak pikiran kita. So, jangan mengulur2 waktu untuk menyelesaikan masalah. Terus berusaha dan selalu percaya bahwa tuhan selalu bersama kita. Dengan determinasi, dedikasi dan do’a yang khusyuk maka tiada masalah yang tidak mampu kita selesaikan. Bila hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkanpun maka kita akan puas dengan diri kita sendiri dengan mengingat determinasi dan dedikasi kita dalam mengejar tujuan itu, dengan kata lain mengerahkan segenap potensi dan kemampuan kita dalam mengejar tujuan tersebut. Orang sejujurnya harus lebih bangga dengan segala prose dan determinasi yang pernah dia lakukan daripada terhadap hasil.
Kita mendapat nilai yang bagus tapi dari hasil mencontek, kita tidak akan bangga. Kita mendapat posisi yang bagus tapi dari hasil kolusi dan sogokan, kita tidak akan bangga. Buat apa ? Mungkin orang lain yang melihat akan merasa serba wah bila melihat diri kita. Nol besar. Tapi bagaimana diri kita melihat diri kita sendiri, itu semua tidak ada artinya. Kita hanya mencoba menipu diri kita sendiri. Dan kita tahu bahwa itu semua tidak akan berhasil.
Sebuah catatan kepada siapapun anda bahwa ada yang namanya Presiden, ada namanya artis, ada yang namanya seniman ada yang namanya teknisi, ada yang namanya pekerja social, ada yang namanya dokter, ada yang namanya ilmuwan. Semua itu adalah pekerjaan yang bagus bila kita jalani profesi tersebut dengan sepenuh hati dan penuh dedikasi. Singkatnya semua orang tuh dah punya posisi sendiri-sendiri dan rezeki sendiri-sendiri di dunia ini, so jangan kuatir. Asalkan kita selalu berusaha, pantang menyerah, tenang, sabar, selalu menjadi diri sendiri dan tetap dekat yang di atas…everything it’s OK.
Dimanapun, kapanpun, kejujuran dan ketenangan haruslah kita pegang erat. Karena itu adalah termasuk modal kita yang paling berharga dalam menghadapi masalah dan mencapai tujuan. Disamping itu, diri kita akan mencapai kepuasan batin yang Maka bila ada yang bilang kalau orang sabar disayang Tuhan, memang itu tidak salah. So, jadikan diri kita menjadi orang yang disayang Tuhan dan juga sesama dengan selalu menjaga kesabaran dan ketenangan dalam diri kita. Semoga sukses untuk kalian yang telah memiliki dan menjaga keduanya dengan baik!
Emang bener kalau ada yang bilang bahwa salah satu kebutuhan manusia dalam hidup adalah memiliki Tuhan. Karena dengan adanya Tuhan maka kita akan selalu merasa diawasi, diperhatikan dan apabila kita dekat dengan Tuhan, apapun yang terjadi pada kita maka kita akan selalu merasa bahwa semua ini adalah kehendak dari yang di atas. Kita tak boleh berburuk sangka kepada Tuhan, seburuk apapun cobaan dan kondisi kita pada saat ini. Mungkin saja Tuhan sedang menguji diri kita, seberapa kuat diri dan iman kita. Orang pacaran aja sering kok pake acara ngetes pasangannya, gak usah muna deh. Bagi kalian2 yang sedang, pernah , atau akan(he he yg ini gak lah), pasti pernah ngetes pasangan kalian dengan berbagai cara. Itu sebenarnya bukannya tidak cinta, atau tidak percaya. Tapi sebenarnya dalam rangka untuk meyakinkan diri kita sendiri bahwa kita ini bener-benar dicintai dengan sangat dan dengan tulus (melo nih jadinya). Setelah itu hubungan akan memasuki tahap yang lebih tinggi lagi ,dengan kadar kepercayaan ang semakin bertambah.
Bagi saudara2 yang sedang merasa jauh dengan yang di atas, coba deh digalakin lagi ibadahnya. Ditambahin khusyuknya. Insya Allah ketenangan batin itu akan datang. Sebenarnya apa sih inti yang kita cari di dalam hidup ini ? Inti dari semuanya itu ? Ketenangan batin kan Nggak peduli harta sudah segunung, nggak peduli teman dan keluarga yang begitu banyak dan care sama kita, tapi kalau hati kita nggak tenang. Kadang itu semua seakan nggak ada artinya. Kadang-kadang emang kita sering lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang selalu memerhatikan kita dimanapun kita berada dan apapun yang kita lakukan. Dengan selalu merasa dilihat maka normalnya orang akan selalu hati-hati dalam setiap tindakan dan ada juga sisi diri kita yang lain yang merasa senang. Nggak ada manusia di dunia ini yang gak merasa senang bila diperhatikan (Asal jangan sampe tahap rese’ it’s OK). Well, yang pasti Tuhan selalu ada dan memperhatikan kita setiap saat. So, don’t worry Ok! Setiap masalah itu selalu ada jalan keluarnya. Biasanya sebuah masalah itu selalu ada paling nggak 2 penyelesaian, asal kita bisa tenang dan berpikir jernih. Pasti bisa deh diselesaiin dengan cara yang ma’ruf.
Juga tidak dianjurkan dalam keadaan apapun dan dalam kondisi apapun kita merasa iri pada apa-apa yang kita lihat. Entah dari TV, media, teman atau keluarga kita mungkin. Karena biasanya orang yang iri itu kualat. Hidupnya gak tenang dan jadinya malah lebih buruk yang dia bayangin. Terima aja hidup adanya dengan selalu menjadi diri sendiri dan berusaha yang terbaik untuk diri kita dan orang-orang yang terdekat dengan diri kita. Penyakit seperti iri hati hanyalah membuat hidup kita jadi gak tenang dan kehilangan arah, diibaratkan kita seperti aliran yang turbulence (tak tentu). Itu jelas gak baik untuk kesehatan jiwa kita. Ibaratnya orang yang iri hati hanya menyakiti diri mereka sendiri (Dapat bocoran dari MQ A’a Gym).
Tenang, jangan panic, jangan bingung, jangan kuatir. Harusnya kita bersyukur bila ada saudara2 atau orang2 yang notabene dekat dengan diri kita mendapatkan rezeki dan menjadi orang yang beruntung. Buatlah semua itu sebagai motivasi bukannya malah menjadi bahan bakar rasa iri hati yang bermukim di dalam hati kita. Dalam melihat masalahpun memang harus merunut omongan Bapak Ir. B.J Habibie “ Bila ada masalah langsung segera saya hadapi dan selesaikan, tanpa menunggu-nunggu lagi”
Kadang kita suka mengulur-ulur waktu untuk menyelesaikan suatu masalah. Walau masalah kecil sekalipun. Ex : cucian menumpuk, ini jg masalah walau kecil. Tapi bila kita biarkan saja disamping tuh cucian hanya semakin menumpuk dirubung laler ,lama kelamaan hanya membuat sesak pikiran kita. So, jangan mengulur2 waktu untuk menyelesaikan masalah. Terus berusaha dan selalu percaya bahwa tuhan selalu bersama kita. Dengan determinasi, dedikasi dan do’a yang khusyuk maka tiada masalah yang tidak mampu kita selesaikan. Bila hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkanpun maka kita akan puas dengan diri kita sendiri dengan mengingat determinasi dan dedikasi kita dalam mengejar tujuan itu, dengan kata lain mengerahkan segenap potensi dan kemampuan kita dalam mengejar tujuan tersebut. Orang sejujurnya harus lebih bangga dengan segala prose dan determinasi yang pernah dia lakukan daripada terhadap hasil.
Kita mendapat nilai yang bagus tapi dari hasil mencontek, kita tidak akan bangga. Kita mendapat posisi yang bagus tapi dari hasil kolusi dan sogokan, kita tidak akan bangga. Buat apa ? Mungkin orang lain yang melihat akan merasa serba wah bila melihat diri kita. Nol besar. Tapi bagaimana diri kita melihat diri kita sendiri, itu semua tidak ada artinya. Kita hanya mencoba menipu diri kita sendiri. Dan kita tahu bahwa itu semua tidak akan berhasil.
Sebuah catatan kepada siapapun anda bahwa ada yang namanya Presiden, ada namanya artis, ada yang namanya seniman ada yang namanya teknisi, ada yang namanya pekerja social, ada yang namanya dokter, ada yang namanya ilmuwan. Semua itu adalah pekerjaan yang bagus bila kita jalani profesi tersebut dengan sepenuh hati dan penuh dedikasi. Singkatnya semua orang tuh dah punya posisi sendiri-sendiri dan rezeki sendiri-sendiri di dunia ini, so jangan kuatir. Asalkan kita selalu berusaha, pantang menyerah, tenang, sabar, selalu menjadi diri sendiri dan tetap dekat yang di atas…everything it’s OK.
Ada sebuah cerita nyata tentang seorang raja dari zaman dahulu yang Negara dan istananya diserang oleh negera tetangga. Semua miliknya direbut termasuk Negara dan istananya. Dia bisa meloloskan diri dan bersembunyi di sebuah gua. Dia merasa sangat frustasi dan hampir memutuskan untuk bunuh diri. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang membuatnya tertarik. Dia melngamati seekor semut di sebuah batu di dalam gua (mungkin gara2 saking frustasinya). Semut itu tertinggal dari kelompoknya dimana setiap semut mempunyai tanggung jawab membawa makanan yang mungkin besar dan beratnya jauh di aatas ukuran tubuhnya sendiri. Ketika semut itu menaiki batu tersebut semut itu terjatuh beserta bebannya. Semut itu lalu menuruni batu dan kemudian kembali mengangkat makanannya menaiki batu. Tapi kemudian semut itu terjatuh lagi. Sang raja menghitung beberapa kali semut itu terjatuh hingga berhasil menaiki batu dan membawa makanannya ke kelompoknya. Beliau menghitung sudah ada sekitar 65 kali semut itu jatuh. Maka sang raja itu berujar kepada dirinya sendiri.
“Semut saja 65 kali jatuh tetapi tidak menyerah. Kenapa aku yang baru sekali jatuh langsung menyerah ?” Akhirnya sang raja itu memutuskan untuk kembali menggalang kekuatan untuk merebut kembali kerajaannya. Dan akhirnya sang raja itu berhasil merebut kembali kerajaannya dan bahkan melakukan ekspansi memperluas kerajaannya sehingga kerajaannya bertambah luas.Dimanapun, kapanpun, kejujuran dan ketenangan haruslah kita pegang erat. Karena itu adalah termasuk modal kita yang paling berharga dalam menghadapi masalah dan mencapai tujuan. Disamping itu, diri kita akan mencapai kepuasan batin yang Maka bila ada yang bilang kalau orang sabar disayang Tuhan, memang itu tidak salah. So, jadikan diri kita menjadi orang yang disayang Tuhan dan juga sesama dengan selalu menjaga kesabaran dan ketenangan dalam diri kita. Semoga sukses untuk kalian yang telah memiliki dan menjaga keduanya dengan baik!




No comments:
Post a Comment