Cowok, yang seumuran gw lah (Bisa lebih atau kurang) kalau kebetulan lg pada posisi masih single biasanya punya pemikiran klasik yang hampir sama. Pertanyaan yang terus terngiang-ngiang di kepalanya.
“Siapa besok yang jadi pendampingku?”-Data Valid, dah disurvey
Sebenarnya sebuah pertanyaan yang terkesan simple tapi bila kita runut dan rasakan, pertanyaan simple seperti ini bisa buat tujuh keliling. Memang sangat mengherankan, pertanyaan semacam ini justru pernah gw dapet dari salah satu temen gw yang notabene sama sekali gak punya masalah dalam pergaulan sosial. Begitu banyak kenal dengan cewek, tapi pertanyaan semacam itu seakan seudah jadi menu wajib tiap hari. Apa mungkin gara-gara terlalu banyak refrensi ? Itu yang kadang gw celetukin ke dia. Mungkin saja, terlepas dari apapun masalah jodoh itu sebenarnya kalau kita benar-benar serius pgn nyari tetap aja yang namanya bingung, bimbang, bertanya-tanya akan selalu ada. Tapi jangan sampai semua itu membuat kita untuk melepaskan kesempatan yang telah ada di depan mata.
Kadang kita menjadi idealis dengan apa yang ada di pikiran kita. Tapi seiring waktu yang berjalan kita akan tahu bahwa sesungguhnya bukan kita yang memilihnya, tapi kita yang akan dipilih. Gw bicara sperti ini bukannya pgn sodara2 skalian pesimis. Nggak, sama sekali tidak. Cuman memang jodoh itu adalah urusan Allah, sangat misterius. Kadang bila kita melihat pasangan yang serasi, sempurna tapi bisa saja beberapa saat kita melihat mereka berpisah dengan berbagai alasan. Tidak ada kecocokan mungkin, atau tidak saling percaya bisa jadi. Jadi sebenarnya sebuah hubungan yang benar-benar ingin dijalani secara serius bisa berkembang menjadi sangat “kompleks”. Semuanya tergantung apa yang ada di pikiran kita. Apakah kita benar-benar menginginkannya ? Dengan sepenuh hati ? Atau hanya sebagai pemberhentian sementara ? Hanya sebuah tindakan emosional semata ?
Kita harus mengingat bahwa keseriusan itu parameternya adalah pengorbanan kita. Seberapa jauh kita mau berkorban untuk mempertahankan sebuah hubungan atau bahkan untuk meraih sebuah hati. Pengorbanan sebenarnya bukan hanya berupa materi, waktu, dan tenaga. Ada lagi yang namanya mengesampingkan ego. Yup, kadang kita terlalu sibuk mengedepankan ego kita dan mengenyampingkan perasaan wanita yang kita sukai sehingga kadang kita tidak maksimal dalam menelusuri keinginan kita yang paling dalam.
Kadang mungkin kita benar-benar merasa menyukai seorang wanita. Kita begitu menggebu-gebu untuk meraih hatinya. Tapi ketika keadaan menjadi sulit bagi kita, maka kita lalu mundur teratur. Tidak mencoba memaksimalkan diri kita, tidak menuruti kata hati kita. Bila kita mundur karena merasa dia bukanlah wanita yang benar-benar kita inginkan, itu bagus. Berarti setidaknya kita jujur pada diri sendiri. Tapi bila kita mundur hanya karena menuruti ego kita dan sama tidak mencoba untuk mengerti posisinya serta mengingkari kata hati kita sendiri, itulah yang esok akan berakhir pada penyesalan. Apapun yang akan kita putuskan sebagai seorang lelaki, entah itu positif atau negative, entah itu hitam atau putih, Janganlah sampai kita mengkhianati diri kita sendiri dan menyia-nyaiakan kesempatan yang berujung pada penyesalan. Karena penyesalan sanggup membawa kita ke dalam masa-masa yang membuat apa-apa yang kita lakukan seakan tak berarti. Hanya berlarut-larut. Dalam masalah apapun, sudah seharusnyalah kita memperjuangkan apa yang kita yakini benar, mempertahankan apa yang kita yakini terbaik untuk diri kita.
Seringkali kita membohongi diri sendiri dengan kemarahan. Kita kurang tabah dalam menghadapi halangan-halangan yang sebenarnya masih sanggup kita atasi. Sebenarnya masalah seperti ini sangat subyekyif bagi semua orang. Permasalahan tiap orang berbeda. Namun, alangkah sia-sianya bila kita menyerah sebelum berusaha. Termasuk dalam masalah jodoh.
Selektif bukanlah hal yang buruk. Memang kita tak bisa sembarangan dalam memilih calon pendamping kita kelak. Istri yang meneduhkan pikiran kita, tempat curahan hati kita, tempat dimana kita bisa saling bermanja, tempat dimana kita bisa mencintainya dan Ibu dari anak-anak kita yang kan merawat kita dan anak-anak kita kelak dengan sepenuh hati. Kita tidak bisa main-main kalau kita memang sudah punya niatan semacam itu. Jangan pernah kita main-main. Terus bagaimana kita tahu bahwa wanita ini adalah yang wanita yang tepat bagi kita ?
Komunikasi, dengan sering berbicara, sering bertukar cerita, bertukar informasi, penjajagan yang santun dan lebih mengenal dia dalam kehidupan sehari-harinya baik dari dirinya dan di orang-orang yang mengenal dirinya dengan baik maka kita akan sanggup menyimpulkan bahwa dialah orang yang kita cari atau bukan. Bila keyakinan itu sudah datang, maka sesungguhnya kesempatan sedang terbuka. Ya, keyakinan kitalah yang akan membuka kesempatan untuk mendapatkan seseorang yang kita dambakan tersebut. Karena bila keyakinan telah ada maka pasti akan aada kemauan. Dan bila ada kemauan maka pasti akan ada jalan. Permasalahan dari diri kita adalah bahwa kita bahkan sulit tuk mendapatkan apa yang dinamakan “keyakinan” itu sendiri. Sekali lagi bahwa masalah jodoh adalah sebuah misteri besar dalam kehidupan kita. Namun tetap ada sebuah tuntutan untuk berusaha. Berusaha untuk mencari yang terbaik. Alangkah indahnya bila kita bisa mendapatkan wanita yang terbaik tuk diri kita itu dengan cara yang terbaik pula. Dengan pendekatan yang santun, baik dan tetap dengan penuh rasa hormat.
Pertanyaan terbesar adalah…karakteristik wanita yang terbaik untuk diri kita itu wanita seperti apa ? Kalau masalah “penampakan luar” itu sangatlah relative dan subyektif, Karena setiap PRIA PUNYA SELERA, he he. Masalah cantik atau tidak itu sangatlah subyektif, yang jelas tentu setiap dari diri kita pasti akan mencari wanita yang enak dipandang, minimal oleh diri kita sendiri. Terlepas dari masalah penampilan luar, sebenarnya apa esensi terpenting dari seorang jodoh yang kita cari-cari itu ? Gw rasa tidak akan jauh-jauh banget dari beberapa poin.
Pertama, tentu kita akan mencari wanita yang bisa membuat kita tentram dan damai di sampingnya. Apalah gunanya wajah yang rupawan tapi hanya akan membuat kita sakit hati, cemburu atau mungkin patah hati dan mengelus dada. Tanpa bermaksud menghakimi tapi bisa kita lihat contoh apa yang terjadi di kalangan artis-artis kita yang notabene sebenarnya adalah kalangan public figure. Perceraian semakin marak, perselingkuhan semakin marak yang penyebabnya tentu saja tidak adanya lagi kedamaian, ketentraman dan komunikasi yang sehat diantara pasangan. Padahal bila kita melihat dari penampilan mereka, tidak ada yang meragukan betapa cantik dan anggunnya penampilan mereka. Tapi bila semua kecantikan itu hanya akan menyakiti hati kita dan meresahkan hati kita, untuk apa ? tentu kita tidak cukup bodoh untuk mencari seorang wanita yang hanya bermodal kecantikan saja kan ? Memang ada pepatah yang pernyataan terkenal yang berbunyi “Menerima apa adanya” tapi kita juga harus berhati-hati dengan pernyataan yang satu ini. Menerima apa adanya adalah menerima hal-hal yang ada pada dalam dirinya yang sekiranya tidak bisa dirubah dan bersifat permanent dan bersifat kekurangan subyektif yang tidak akan merugikan dirinya maupun orang lain. Misalnya kekurangan fisik, kita tidak akan mampu merubahnya karena itu sudah merupakan karunia dari yang di atas. Tapi sekali lagi, bukan berarti pernyataan di atas bertujuan mendorong anda untuk mencari wanita yang tidak rupawan. Sama sekali bukan. Carilah wanita yang meneduhkan hati bila anda pandang, itu sudah tuntunan dari Rasul. Tapi yang diutamakan tetap akhlaq yang baik dari wanita tersebut.
Kedua, sudah seharusnya kita mencari seorang wanita yang sanggup berkomunikasi dengan baik kepada kita. Akan sangat susah bila kita berhadapan dengan seseorang yang kita sangat susah untuk berkomunikasi dengannya atau maaf, daya tangkapnya kurang terhadap apa saja yang kita katakan atau utarakan. Sekali lagi hal semacam ini sangat subyektif terhadap setiap orang. Masalahnya bila kita susah berkomunikasi dengannya walau seberapa besar kita menyukainya maka semuanya akan menjadi sia-sia bila tidak ada sebuah komunikasi yang baik. (ex: Cuma seneng tok tapi gak berani kenalan-result : 100 % patah hati). Bila kita menyukai seseorang jangan habiskan waktu kita hanya untuk memikirkan semuanya (Ciri khas cowok), pikirlah apa yang sekiranya harus dipikirkan lebih dahulu lalu kemudian lakukan sesuatu untuk menjalin komunikasi yang baik dengan dirinya. Anda tidak perlu terlalu lama menyelami diri anda sendiri, cobalah untuk menjalin komunikasi yang baik sekaligus menggali informasi sebanyak mungkin tentang dirinya sehingga cukup bagi anda untuk memutuskan apakah anda akan memasuki lagi tahap yang lebih serius atau tidak. Carilah seseorang yang mampu memahami anda dan andapun sekiranya mampu memahami dia. Karena dengan pemahaman akan terjalin kepercayaan. Kepercayaan adalah salah satu pondasi terpenting dari sebuah hubungan.
Ketiga, Rasul pernah berkata bahwa bila mencari jodoh salah satunya adalah carilah wanita yang penuh dengan cinta kasih. Tentu saja syarat ini harus ada karena sisa hidup kita akan kita lalui bersamanya. Tidak bisa kita bayangkan bila kita harus bersama dengan seseorang yang sama sekali tidak mempunyai hal ini yang bisa diberikan kepada kita. Hari-hari akan menjadi lebih buruk dari neraka atau lebih hambar daripada masakan yang tak berbumbu. Gw pernah punya seorang teman yang sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita yang seakan sama sekali tidak memiliki rasa kepedulian kepada dirinya. Walau sebenarnya hubungan mereka baik-baik saja tapi tetap ada yang kurang. Sebenarnya apa sih yang kita cari dari sebuah hubungan itu ? Sejatinya tentu kita mencari ketentraman pada diri kita, perasaan merasa dilengkapi oleh seseorang seperti tulang rusuk yang kembali melengkapi dan menutupi bagian kosong dari diri kita. Perasaan “lengkap” itu akan datang bila kita memang benar-benar merasa dicintai dengan sepenuh hati. Dan cinta itu bisa dirasakan bila ada komunikasi yang baik. Komunikasi itu bukan hanya bersifat verbal tapi juga bersifat non-verbal seperti dari tindak tanduk, gerak tubuh, sebenarnya bila kita cukup peka maka kita akan tahu bahwa kita disukai seorang wanita atau tidak walau hanya melihat dari tindak tanduknya. Begitu pentingnya poin yang satu ini karena inilah perekat dalam suatu hubungan. Tanpa ini…kita akan merasa tersia-siakan dalam sebuah hubungan, kita tentu tidak ingin hal seperti itu kan ?
Keempat, bila kita serius mencari wanita sebagai calon istri maka sesungguhnya kita sedang mencarikan seorang calon anggota keluarga baru bagi keluarga besar kita yang tercinta. Carilah seseorang yang sekiranya bisa diterima keluarga besar kita dan mendapatkan restu dari keluarga kita terutama kedua orang tua kita. Bila kita ingin menikah dengan seseorang maka sesungguhnya bukan hanya kita saja yang menikah tapi kita juga akan menikahkan dua keluarga. Maka tentu saja bila kita telah memiliki calon istri tetap kita harus mengkomunikasikannya dengan keluarga terutama orang tua dan kita juga jangan lupa untuk bersilaturahmi ke keluarga calon istri sehingga tercipta hubungan yang baik secara tidak langsung dari dua keluarga. Karena ibaratnya kita adalah duta dari keluarga kita bila kita bersilaturahmi kepada keluarganya. Semua akan terasa lebih indah bila keluargapun telah memberikan restu kepada hubungan kita. Maka jangan lupa untuk selalu rajin berkomukasi dengan keluarga dan juga menjalin silaturahmi yang baik kepada keluarga calon istri kita.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana bila kita telah menemukan wanita tersebut tapi ternyata dia tidak sanggup menerima kita walau kita telah melakukan pendekatan yang baik dan telah mengutarakan maksud hati kita padanya ?
Sekali lagi dalam permasalahan semacam ini perlu kita tanamkan pada diri kita bahwa kita tetap harus ikhlas dengan apapun yang terjadi. Bila ternyata dia berkata demikian bagaimanapun kita harus menerima. Tak mengapa. Yang terpenting adalah kita telah berusaha dengan baik dan tetap menjaga sikap kita. Tentu kita akan sakit hati/ patah hati, apalagi bila kita telah menggantung harapan yang begitu tinggi. Itulah kenapa kita harus menanamkan sikap ikhlas pada diri kita. Serahkan semua kepada Tuhan karena memang takdir telah ditentukan oleh Tuhan. Kita hanya bisa berusaha. Mungkin Tuhan memiliki rencana tersendiri pada diri kita, rencana yang tak terduga untuk diri kita. Tuhan memang bekerja dengan cara yang sangat misterius. Dengan tetap menjaga sikap kita maka sesungguhnya diri kita akan selalu terjaga. Tidak akan ada yang mencela kita walau diibaratkan kita telah “gagal”. Tapi sebenarnya tidak. Kita tidak gagal. Tidak ada kata gagal bagi orang yang telah berusaha dengan maksimal. Gagal hanya bagi mereka yang tidak berusaha. Setidaknya pasti anda akan mendapatkan pelajaran yang berharga dari pengalaman anda.
Kekeliruan yang kadang kita lakukan adalah kita terlalu memaksakan diri. Ketika peluang sudah tidak ada tapi kita tetap memaksakan diri untuk mengejar dirinya seseorang yang tidak bisa menerima kita. Untuk apa ? Kita hanya akan terus menyakiti dirinya dan yang paling parah….menyakiti diri kita sendiri. Semua itu tidak perlu dilakukan, apabila kita telah melakukan semua yang kita bisa sampai pada pengutaraan hati kita dan dia tetap menolak, maka sudah seharusnya kita bersikap jantan….mundur teratur. Itu akan lebih baik untuk diri kita dan juga dirinya. Mungkin ada seseorang yang disukainya, mungkin dia telah memendam perasaan kepada orang lain. Bila sudah seperti ini, maka janganlah menyakiti hatinya dengan terus memaksakan diri. Janganlah menjadi orang yang obsesif. Ada perbedaan yang besar antara orang yang berani dan orang yang nekat. Orang yang berani adalah orang yang mengambil inisiatif bertindak ketika masih merasa memiliki peluang sekecil apapun untuk berhasil, sedangkan orang yang nekat adalah orang yang bertindak walau merasa tidak memiliki peluang sama sekali. Sekarang anda pgn dikategorikan sebagai golongan yang mana ?
Di dunia ini begitu banyak pilihan. Maka pilihlah untuk mengikhlaskan hati anda terlebih dahulu. Masalah jodoh memang bukanlah masalah yang gampang, tapi juga bukan masalah yang sulit. Tergantung bagaimana kita memandangnya. Tidak usah terlalu memusingkan tentang seseorang yang suatu saat akan datang jua pada diri anda. Yang penting tetap membuka mata dan hati anda. Lakukan apa yang bisa anda lakukan dengan baik saat ini. Karena dunia ini bukan hanyalah masalah jodoh. Tetap menjadi diri sendiri, tetap sabar dan ikhlas dalam menghadapi setiap masalah yang datang.
“Siapa besok yang jadi pendampingku?”-Data Valid, dah disurvey
Sebenarnya sebuah pertanyaan yang terkesan simple tapi bila kita runut dan rasakan, pertanyaan simple seperti ini bisa buat tujuh keliling. Memang sangat mengherankan, pertanyaan semacam ini justru pernah gw dapet dari salah satu temen gw yang notabene sama sekali gak punya masalah dalam pergaulan sosial. Begitu banyak kenal dengan cewek, tapi pertanyaan semacam itu seakan seudah jadi menu wajib tiap hari. Apa mungkin gara-gara terlalu banyak refrensi ? Itu yang kadang gw celetukin ke dia. Mungkin saja, terlepas dari apapun masalah jodoh itu sebenarnya kalau kita benar-benar serius pgn nyari tetap aja yang namanya bingung, bimbang, bertanya-tanya akan selalu ada. Tapi jangan sampai semua itu membuat kita untuk melepaskan kesempatan yang telah ada di depan mata.
Kadang kita menjadi idealis dengan apa yang ada di pikiran kita. Tapi seiring waktu yang berjalan kita akan tahu bahwa sesungguhnya bukan kita yang memilihnya, tapi kita yang akan dipilih. Gw bicara sperti ini bukannya pgn sodara2 skalian pesimis. Nggak, sama sekali tidak. Cuman memang jodoh itu adalah urusan Allah, sangat misterius. Kadang bila kita melihat pasangan yang serasi, sempurna tapi bisa saja beberapa saat kita melihat mereka berpisah dengan berbagai alasan. Tidak ada kecocokan mungkin, atau tidak saling percaya bisa jadi. Jadi sebenarnya sebuah hubungan yang benar-benar ingin dijalani secara serius bisa berkembang menjadi sangat “kompleks”. Semuanya tergantung apa yang ada di pikiran kita. Apakah kita benar-benar menginginkannya ? Dengan sepenuh hati ? Atau hanya sebagai pemberhentian sementara ? Hanya sebuah tindakan emosional semata ?
Kita harus mengingat bahwa keseriusan itu parameternya adalah pengorbanan kita. Seberapa jauh kita mau berkorban untuk mempertahankan sebuah hubungan atau bahkan untuk meraih sebuah hati. Pengorbanan sebenarnya bukan hanya berupa materi, waktu, dan tenaga. Ada lagi yang namanya mengesampingkan ego. Yup, kadang kita terlalu sibuk mengedepankan ego kita dan mengenyampingkan perasaan wanita yang kita sukai sehingga kadang kita tidak maksimal dalam menelusuri keinginan kita yang paling dalam.
Kadang mungkin kita benar-benar merasa menyukai seorang wanita. Kita begitu menggebu-gebu untuk meraih hatinya. Tapi ketika keadaan menjadi sulit bagi kita, maka kita lalu mundur teratur. Tidak mencoba memaksimalkan diri kita, tidak menuruti kata hati kita. Bila kita mundur karena merasa dia bukanlah wanita yang benar-benar kita inginkan, itu bagus. Berarti setidaknya kita jujur pada diri sendiri. Tapi bila kita mundur hanya karena menuruti ego kita dan sama tidak mencoba untuk mengerti posisinya serta mengingkari kata hati kita sendiri, itulah yang esok akan berakhir pada penyesalan. Apapun yang akan kita putuskan sebagai seorang lelaki, entah itu positif atau negative, entah itu hitam atau putih, Janganlah sampai kita mengkhianati diri kita sendiri dan menyia-nyaiakan kesempatan yang berujung pada penyesalan. Karena penyesalan sanggup membawa kita ke dalam masa-masa yang membuat apa-apa yang kita lakukan seakan tak berarti. Hanya berlarut-larut. Dalam masalah apapun, sudah seharusnyalah kita memperjuangkan apa yang kita yakini benar, mempertahankan apa yang kita yakini terbaik untuk diri kita.
Seringkali kita membohongi diri sendiri dengan kemarahan. Kita kurang tabah dalam menghadapi halangan-halangan yang sebenarnya masih sanggup kita atasi. Sebenarnya masalah seperti ini sangat subyekyif bagi semua orang. Permasalahan tiap orang berbeda. Namun, alangkah sia-sianya bila kita menyerah sebelum berusaha. Termasuk dalam masalah jodoh.
Selektif bukanlah hal yang buruk. Memang kita tak bisa sembarangan dalam memilih calon pendamping kita kelak. Istri yang meneduhkan pikiran kita, tempat curahan hati kita, tempat dimana kita bisa saling bermanja, tempat dimana kita bisa mencintainya dan Ibu dari anak-anak kita yang kan merawat kita dan anak-anak kita kelak dengan sepenuh hati. Kita tidak bisa main-main kalau kita memang sudah punya niatan semacam itu. Jangan pernah kita main-main. Terus bagaimana kita tahu bahwa wanita ini adalah yang wanita yang tepat bagi kita ?
Komunikasi, dengan sering berbicara, sering bertukar cerita, bertukar informasi, penjajagan yang santun dan lebih mengenal dia dalam kehidupan sehari-harinya baik dari dirinya dan di orang-orang yang mengenal dirinya dengan baik maka kita akan sanggup menyimpulkan bahwa dialah orang yang kita cari atau bukan. Bila keyakinan itu sudah datang, maka sesungguhnya kesempatan sedang terbuka. Ya, keyakinan kitalah yang akan membuka kesempatan untuk mendapatkan seseorang yang kita dambakan tersebut. Karena bila keyakinan telah ada maka pasti akan aada kemauan. Dan bila ada kemauan maka pasti akan ada jalan. Permasalahan dari diri kita adalah bahwa kita bahkan sulit tuk mendapatkan apa yang dinamakan “keyakinan” itu sendiri. Sekali lagi bahwa masalah jodoh adalah sebuah misteri besar dalam kehidupan kita. Namun tetap ada sebuah tuntutan untuk berusaha. Berusaha untuk mencari yang terbaik. Alangkah indahnya bila kita bisa mendapatkan wanita yang terbaik tuk diri kita itu dengan cara yang terbaik pula. Dengan pendekatan yang santun, baik dan tetap dengan penuh rasa hormat.
Pertanyaan terbesar adalah…karakteristik wanita yang terbaik untuk diri kita itu wanita seperti apa ? Kalau masalah “penampakan luar” itu sangatlah relative dan subyektif, Karena setiap PRIA PUNYA SELERA, he he. Masalah cantik atau tidak itu sangatlah subyektif, yang jelas tentu setiap dari diri kita pasti akan mencari wanita yang enak dipandang, minimal oleh diri kita sendiri. Terlepas dari masalah penampilan luar, sebenarnya apa esensi terpenting dari seorang jodoh yang kita cari-cari itu ? Gw rasa tidak akan jauh-jauh banget dari beberapa poin.
Pertama, tentu kita akan mencari wanita yang bisa membuat kita tentram dan damai di sampingnya. Apalah gunanya wajah yang rupawan tapi hanya akan membuat kita sakit hati, cemburu atau mungkin patah hati dan mengelus dada. Tanpa bermaksud menghakimi tapi bisa kita lihat contoh apa yang terjadi di kalangan artis-artis kita yang notabene sebenarnya adalah kalangan public figure. Perceraian semakin marak, perselingkuhan semakin marak yang penyebabnya tentu saja tidak adanya lagi kedamaian, ketentraman dan komunikasi yang sehat diantara pasangan. Padahal bila kita melihat dari penampilan mereka, tidak ada yang meragukan betapa cantik dan anggunnya penampilan mereka. Tapi bila semua kecantikan itu hanya akan menyakiti hati kita dan meresahkan hati kita, untuk apa ? tentu kita tidak cukup bodoh untuk mencari seorang wanita yang hanya bermodal kecantikan saja kan ? Memang ada pepatah yang pernyataan terkenal yang berbunyi “Menerima apa adanya” tapi kita juga harus berhati-hati dengan pernyataan yang satu ini. Menerima apa adanya adalah menerima hal-hal yang ada pada dalam dirinya yang sekiranya tidak bisa dirubah dan bersifat permanent dan bersifat kekurangan subyektif yang tidak akan merugikan dirinya maupun orang lain. Misalnya kekurangan fisik, kita tidak akan mampu merubahnya karena itu sudah merupakan karunia dari yang di atas. Tapi sekali lagi, bukan berarti pernyataan di atas bertujuan mendorong anda untuk mencari wanita yang tidak rupawan. Sama sekali bukan. Carilah wanita yang meneduhkan hati bila anda pandang, itu sudah tuntunan dari Rasul. Tapi yang diutamakan tetap akhlaq yang baik dari wanita tersebut.
Kedua, sudah seharusnya kita mencari seorang wanita yang sanggup berkomunikasi dengan baik kepada kita. Akan sangat susah bila kita berhadapan dengan seseorang yang kita sangat susah untuk berkomunikasi dengannya atau maaf, daya tangkapnya kurang terhadap apa saja yang kita katakan atau utarakan. Sekali lagi hal semacam ini sangat subyektif terhadap setiap orang. Masalahnya bila kita susah berkomunikasi dengannya walau seberapa besar kita menyukainya maka semuanya akan menjadi sia-sia bila tidak ada sebuah komunikasi yang baik. (ex: Cuma seneng tok tapi gak berani kenalan-result : 100 % patah hati). Bila kita menyukai seseorang jangan habiskan waktu kita hanya untuk memikirkan semuanya (Ciri khas cowok), pikirlah apa yang sekiranya harus dipikirkan lebih dahulu lalu kemudian lakukan sesuatu untuk menjalin komunikasi yang baik dengan dirinya. Anda tidak perlu terlalu lama menyelami diri anda sendiri, cobalah untuk menjalin komunikasi yang baik sekaligus menggali informasi sebanyak mungkin tentang dirinya sehingga cukup bagi anda untuk memutuskan apakah anda akan memasuki lagi tahap yang lebih serius atau tidak. Carilah seseorang yang mampu memahami anda dan andapun sekiranya mampu memahami dia. Karena dengan pemahaman akan terjalin kepercayaan. Kepercayaan adalah salah satu pondasi terpenting dari sebuah hubungan.
Ketiga, Rasul pernah berkata bahwa bila mencari jodoh salah satunya adalah carilah wanita yang penuh dengan cinta kasih. Tentu saja syarat ini harus ada karena sisa hidup kita akan kita lalui bersamanya. Tidak bisa kita bayangkan bila kita harus bersama dengan seseorang yang sama sekali tidak mempunyai hal ini yang bisa diberikan kepada kita. Hari-hari akan menjadi lebih buruk dari neraka atau lebih hambar daripada masakan yang tak berbumbu. Gw pernah punya seorang teman yang sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita yang seakan sama sekali tidak memiliki rasa kepedulian kepada dirinya. Walau sebenarnya hubungan mereka baik-baik saja tapi tetap ada yang kurang. Sebenarnya apa sih yang kita cari dari sebuah hubungan itu ? Sejatinya tentu kita mencari ketentraman pada diri kita, perasaan merasa dilengkapi oleh seseorang seperti tulang rusuk yang kembali melengkapi dan menutupi bagian kosong dari diri kita. Perasaan “lengkap” itu akan datang bila kita memang benar-benar merasa dicintai dengan sepenuh hati. Dan cinta itu bisa dirasakan bila ada komunikasi yang baik. Komunikasi itu bukan hanya bersifat verbal tapi juga bersifat non-verbal seperti dari tindak tanduk, gerak tubuh, sebenarnya bila kita cukup peka maka kita akan tahu bahwa kita disukai seorang wanita atau tidak walau hanya melihat dari tindak tanduknya. Begitu pentingnya poin yang satu ini karena inilah perekat dalam suatu hubungan. Tanpa ini…kita akan merasa tersia-siakan dalam sebuah hubungan, kita tentu tidak ingin hal seperti itu kan ?
Keempat, bila kita serius mencari wanita sebagai calon istri maka sesungguhnya kita sedang mencarikan seorang calon anggota keluarga baru bagi keluarga besar kita yang tercinta. Carilah seseorang yang sekiranya bisa diterima keluarga besar kita dan mendapatkan restu dari keluarga kita terutama kedua orang tua kita. Bila kita ingin menikah dengan seseorang maka sesungguhnya bukan hanya kita saja yang menikah tapi kita juga akan menikahkan dua keluarga. Maka tentu saja bila kita telah memiliki calon istri tetap kita harus mengkomunikasikannya dengan keluarga terutama orang tua dan kita juga jangan lupa untuk bersilaturahmi ke keluarga calon istri sehingga tercipta hubungan yang baik secara tidak langsung dari dua keluarga. Karena ibaratnya kita adalah duta dari keluarga kita bila kita bersilaturahmi kepada keluarganya. Semua akan terasa lebih indah bila keluargapun telah memberikan restu kepada hubungan kita. Maka jangan lupa untuk selalu rajin berkomukasi dengan keluarga dan juga menjalin silaturahmi yang baik kepada keluarga calon istri kita.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana bila kita telah menemukan wanita tersebut tapi ternyata dia tidak sanggup menerima kita walau kita telah melakukan pendekatan yang baik dan telah mengutarakan maksud hati kita padanya ?
Sekali lagi dalam permasalahan semacam ini perlu kita tanamkan pada diri kita bahwa kita tetap harus ikhlas dengan apapun yang terjadi. Bila ternyata dia berkata demikian bagaimanapun kita harus menerima. Tak mengapa. Yang terpenting adalah kita telah berusaha dengan baik dan tetap menjaga sikap kita. Tentu kita akan sakit hati/ patah hati, apalagi bila kita telah menggantung harapan yang begitu tinggi. Itulah kenapa kita harus menanamkan sikap ikhlas pada diri kita. Serahkan semua kepada Tuhan karena memang takdir telah ditentukan oleh Tuhan. Kita hanya bisa berusaha. Mungkin Tuhan memiliki rencana tersendiri pada diri kita, rencana yang tak terduga untuk diri kita. Tuhan memang bekerja dengan cara yang sangat misterius. Dengan tetap menjaga sikap kita maka sesungguhnya diri kita akan selalu terjaga. Tidak akan ada yang mencela kita walau diibaratkan kita telah “gagal”. Tapi sebenarnya tidak. Kita tidak gagal. Tidak ada kata gagal bagi orang yang telah berusaha dengan maksimal. Gagal hanya bagi mereka yang tidak berusaha. Setidaknya pasti anda akan mendapatkan pelajaran yang berharga dari pengalaman anda.
Kekeliruan yang kadang kita lakukan adalah kita terlalu memaksakan diri. Ketika peluang sudah tidak ada tapi kita tetap memaksakan diri untuk mengejar dirinya seseorang yang tidak bisa menerima kita. Untuk apa ? Kita hanya akan terus menyakiti dirinya dan yang paling parah….menyakiti diri kita sendiri. Semua itu tidak perlu dilakukan, apabila kita telah melakukan semua yang kita bisa sampai pada pengutaraan hati kita dan dia tetap menolak, maka sudah seharusnya kita bersikap jantan….mundur teratur. Itu akan lebih baik untuk diri kita dan juga dirinya. Mungkin ada seseorang yang disukainya, mungkin dia telah memendam perasaan kepada orang lain. Bila sudah seperti ini, maka janganlah menyakiti hatinya dengan terus memaksakan diri. Janganlah menjadi orang yang obsesif. Ada perbedaan yang besar antara orang yang berani dan orang yang nekat. Orang yang berani adalah orang yang mengambil inisiatif bertindak ketika masih merasa memiliki peluang sekecil apapun untuk berhasil, sedangkan orang yang nekat adalah orang yang bertindak walau merasa tidak memiliki peluang sama sekali. Sekarang anda pgn dikategorikan sebagai golongan yang mana ?
Di dunia ini begitu banyak pilihan. Maka pilihlah untuk mengikhlaskan hati anda terlebih dahulu. Masalah jodoh memang bukanlah masalah yang gampang, tapi juga bukan masalah yang sulit. Tergantung bagaimana kita memandangnya. Tidak usah terlalu memusingkan tentang seseorang yang suatu saat akan datang jua pada diri anda. Yang penting tetap membuka mata dan hati anda. Lakukan apa yang bisa anda lakukan dengan baik saat ini. Karena dunia ini bukan hanyalah masalah jodoh. Tetap menjadi diri sendiri, tetap sabar dan ikhlas dalam menghadapi setiap masalah yang datang.




No comments:
Post a Comment