Thursday, March 22, 2007

Blog

Aku mendengar kata blog untuk pertama kali kala tahun 2004. Saat itu adalah saat ketika aku sudah tidak ngekos di Jalan gejayan lagi. Aku pindah di Jalan Kaliurang km 7 karena berbagai hal. Tapi yang jelas saat itu terjadi berbagai masalah yang membuat aku nyaris homeless.

OK, cut the crap! Aku sebenarnya pgn ngomongin masalah blog, bukan masalah aku pindahan kos.

Back to topic

Sebelum aku pindah ke Gang Sambu, aku tinggal di kos pertamaku sejak lulus UMPTN yang berada di gang Buntu. Kebetulan 2 gang ini saling bertetangga. Disitu aku bertemu banyak figur manusia yang unik. Salah satu yang unik disana adalah sesosok manusia bernama mas Iffan Arzanul Haq.

Nama yang bagus bukan ? Kebetulan memang ayah beliau adalah seseorang yang sangat pintar dalam memberi nama. Banyak orang sampai meminta beliau untuk memberikan nama bagi anaknya yang baru lahir. Terakhir kudengar bahkan sampai ayah mas Iffan sampai kewalahan menanggapi sedemikian banyak request.

Mas Iffan ini disamping memiliki nama yang bagus, juga memiliki kemampuan IT di atas rata-rata aku bilang. Entah kenapa dia selalu berada 10 langkah di depanku. Hal itulah yang membuat dia dan aku setuju bahwa dia memang benar-benar nyasar di Pendidikan KIMIA UNY. Alhamdulillah, ternyata beliau memiliki salah satu bakat terpendam yaitu menjadi seorang guru yang baik. Bisa dibilang begitu karena memang banyak sekali murid-muridnya yang menyukai beliau. Entah karena metode mengajar beliau atau karena tampang beliau memang hampir 85 % mirip Ponky Jikustik.

Beliau selalu siap sedia dan selalu antusias bila membicarakan masalah hal-hal yang berbau software and world wide web. Termasuk ketika beliau mulai mengangkat topik Blog ini ke permukaan. Dia mulai menerangkan tentang esensi blog yaitu menulis. Oke menulis, ....gw paham.

Tapi kemudian seperti biasa, naluri IT beliau ini semakin liar sehingga beliau mulai menceritakan bagaimana memodif halaman blog itu secantik mungkin di saat aku baru paham bahwa blog itu adalah sebuah fasilitas menulis.

Walau begitu, seperti biasa aku tampung semua kata-kata mas Iffan dan menyimpannya di salah satu ruang di otakku untuk digunakan suatu saat.

Seperti pengalaman ketika mulai mengenal imel. Aku tampung semua info yang dituturkan dan aku langsung tanpa dosa mencoba mempraktekannya di depan layar internet. Ternyata memang simple sekali membuat blog, seperti yang dikatakan di blogger.comà3 simple way

Masalahnya adalah...apa yang akan kutulis. Sebenarnya aku mulai malas waktu itu ketika ternyata aku harus menghadapi kenyataan bahwa aku harus berada lama di depan layar komputer warnet hanya untuk menuliskan sesuatu yang aku sendiri belum tahu . Konsekuensi dengan berlama-lama di warnet adalah cost yang mahal.

Namun kemudian keluar ide brilian, aku tulis aja dulu di rumah, baru nanti dikopi paste. Yes!

Masalahnya aku harus menulis semua itu di komputer teman. Padahal teman-teman satu kontrakan dulu kulihat memang selalu sibuk semua menggunakan komputer sepanjang hari. Kurang enak juga bila aku harus menggunakan komputer mereka untuk hal-hal yang berada di luar masalah akademik. Lagipula, aku selalu risih bila diliatin dan dikomentarin orang ketika menulis sesuatu.

So...? Aku hanya memiliki alamat blog yang kosong.

Sampai suatu hari aku menghadapi sebuah kemelut pribadi. Saking beratnya masalah yang kuhadapi sampai-sampai aku tidak cukup berani untuk menceritakannya kepada orang lain. Padahal menceritakan masalah kita ke orang lain adalah 50 % penyelesaian dari masalah (Tika Bisono:red).

Aku tidak melakukannya, aku lebih memilih diam dan bingung. Sampai akhirnya takdir mengantarku ke dalam sebuah warnet bernama STIGA di Jl kaliurang Km 7 Yogyakarta. Sebenarnya waktu itu aku hanya sekedar ingin menghibur diriku saja. Memang, setiap aku ke warnet selalu mendapat penyegaran dan pandangan baru karena aku selalu menemukan hal yang baru setiap kali surfing.

Waktu itu tidaklah berbeda, aku teringat lagi tentang masalah blog yang diceritakan mas Iffan. Aku mulai mendaftar dan mulai membuat postingan pertamaku.

Saat itulah aku mulai menumpahkan semuanya dalam beberapa patah kata. Semua yang tragis, semua yang menyedihkan dan semuanya yang menyayat hati. Semuanya kukatakan beserta semua pengharapanku. Hasilnya ? Aku mulai merasa lega dan aku membuat postingan2 pertamaku di dunia. Waktu itu aku berusia 22 tahun.

Ketika postingan pertamaku tercipta, aku mulai merasa sedikit lega dan kepalaku tidak seberat yang sebelumnya. Setelah itu aku mulai mendapat keberanian untuk menceritakan hal itu kepada salah seorang temanku di kontrakan. Saat itu temanku yang baik hati mensupportku dan memberikan solusi. Aku jalankan semua solusi terbaik yang ada dan...Alhamduliilah

Semua masalahku telah berakhir dengan baik

Dan itu dimulai dari sebuah postingan. Hal itu menyadarkanku bahwa ternyata memang 99 % ketakutan kita adalah rekaan emosional kita sendiri. Bersifat jujur dan terbuka memang seringkali bisa menyelesaikan masalah.

Blog itu masih ada dan akan selalu abadi di dunia maya ini. Kenangan yang kumiliki di saat-saat yang sulit. Kadang kubaca lagi postingan pertamaku. Lucu juga bila melihat kepanikanku saat itu. Membuatku belajar banyak hal. Aku sudah seharusnya berterimakasih kepada mas Iffan dan blogku.

Ternyata tidak seburuk itu, untuk menceritakan banyak hal di blog.

Begitu banyak yang telah kutulis. Sebagai informasi, aku memang hobi menulis. Itu kulakukan sejak aku masih memakai celana pendek berwarna merah ketika masuk sekolah.

Kadang menulis lebih nyaman daripada berbicara.

Blog memang memfasilitasi kita-kita yang lebih suka menginformasikan sesuatu dengan tulisan bukan dari kata-kata yang bermediakan suara kita yang kadang salah diartikan seseorang.

No comments: